Senin, 14 Oktober 2013
Our Eternal Love part 1
Namaku sarah,aku berumur 21 tahun. Saat ini aku sedang kuliah di inggris. Aku belum mempunyai pasangan/pacar karena sebenarnya aku mempunyai seseorang yang kusukai. Orang itu adalah teman masa kecilku. Namanya Pierre. Pierre selalu bersamaku sejak aku baru lahir. Kami tumbuh dan main bersama. Rumah kami pun bersebelahan. Kami sering bermain di danau yang berada di dekat rumah kami. Suatu malam, aku tidak sengaja mendengar orang tuaku berbicara. Ayahku mengatakan bahwa ia akan ditransfer ke inggris oleh kantornya. Ibuku senang mendengarnya, tetapi ia juga agak sedih karena ia sudah terbiasa tinggal di sini. Aku pun terkejut dan langsung masuk ke kamarku. Aku sedih dan bingung karena akan meninggalkan pierre. Sakit rasanya hatiku. Saat itulah aku menyadari bahwa aku menyukai pierre...
Beberapa hari kemudian ayah dan ibuku mengatakan bahwa kami harus pindah ke inggris. Aku sangat sedih tetapi tidak mau menunjukkannya karena tidak mau orang tuaku kecewa. Aku juga merahasiakannya pada pierre. Aku tidak ingin membuatnya sedih. Beberapa hari sebelum kepindahanku, pierre memanggilku ke danau dekat rumah kami. Ia mengatakan bahwa ia menyukaiku. Perasaanku tercampur aduk antara terkejut, sedih, dan senang. Tetapi aku ingat bahwa aku akan pindah ke inggris 2 hari lagi. Aku tidak ingin membuatnya sedih dan kecewa. Maka dengan sedih dan terpaksa aku menolaknya. Ia hanya tersenyum dan mengatakan tidak apa2. Saat hari kepindahanku, rumahku sudah bersih dan kosong. Semua barang2ku dan keluargaku sudah dibawa. Aku dan keluargaku pun segera menuju stasiun. Kami akan pergi menggunakan kereta. Keluargaku berkunjung dahulu ke rumah keluarga pierre. Aku tidak ikut karena tidak sanggup melihat mukanya. Aku mengatakan pada orang tuaku bahwa aku akan menuju stasiun lebih dulu untuk membeli tiket. Orang tuaku mengijinkannya. Aku pun terburu2 pergi ke stasiun. Aku berusaha menahan air mata yang sudah meluap ini. Aku pun terkejut. Di stasiun pierre sudah menungguku dengan membawa bunga dan sebuah kotak hadiah kecil. Saat itu juga air mataku mengalir. Aku tidak sanggup lagi menahan air mataku yang sudah meluap2 ini. Dia memberikan sapu tangannya sambil bertanya padaku mengapa aku tidak mengatakan bahwa aku akan pindah. Aku pun mengatakan bahwa aku tidak sanggup mengatakannya. Aku tidak mau membuatnya sedih. Ia diam sejenak lalu memelukku dengan erat. Aku akhirnya mengatakan bahwa aku juga menyukainya. Ia pun menciumku dengan hangat. Ia membuka kotak hadiah itu dan memakaikan kalung berbentuk hati itu padaku. Lalu akhirnya orang tuaku datang dan akhirnya kami pun pergi meninggalkan kota itu. Setelah perjalanan panjang itu, aku pun sampai bersama ayah dan ibuku ke rumah yang baru di inggris. Rumah baru itu lebih besar dan lebih mewah dari rumah yang sebelumnya. Perumahan itu merupakan perumahan elit. Tetangga2 kami pun sangat baik dan ramah. Di dekat rumahku juga terdapat danau yang jauh lebih besar dan indah daripada danau dekat rumahku yang dulu. Tapi sesuatu masih mengganjal di hatiku. Semua itu tak lengkap tanpa kehadiran Pierre.. Sesaat terlintas di pikiranku, kenangan2 indah bersamanya. Aku pun berusaha untuk tidak menangis. Aku melihat kalung pemberian pierre dan aku pun mulai tersenyum. Aku merasa bahwa jika pierre berada di sini, ia akan mengatakan padaku untuk jangan. Mulai saat itu, aku pun akan berusaha untuk menyesuaikan diri di tempat tinggalku yang baru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar